IATPI menyelenggarakan webinar bertajuk _Perencanaan Teknis Optimalisasi IPLT_ pada 7 Maret 2026 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dengan 300 peserta memenuhi ruang Zoom dan sekitar 100 penonton mengikuti melalui siaran langsung YouTube.

 

Dalam pemaparannya, praktisi sanitasi Endro Adinugroho menjelaskan bahwa optimalisasi instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) menjadi krusial dikarenakan banyak fasilitas eksisting belum memenuhi baku mutu lingkungan terbaru. Optimalisasi juga diperlukan untuk mengatasi ketidakefisienan proses pengolahan melalui perbaikan pola operasi, pola pengaliran, serta penempatan aerator yang tepat sehingga efisiensi penyisihan parameter dapat meningkat hingga memenuhi baku mutu. Ia menekankan bahwa optimalisasi unit yang sudah ada sebaiknya menjadi langkah awal karena lebih mudah dan lebih hemat biaya dibandingkan membangun fasilitas baru.

 

Narasumber kedua, Ade Novie Mahyati, Kepala UPT Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Kabupaten Bogor, memaparkan pengalaman pengelolaan IPLT di Kabupaten Bogor yang berada di bawah UPT SPALD. Fasilitas IPLT yang dibangun pada tahun 2016 tersebut direvitalisasi, dari yang sebelumnya menggunakan sistem anaerobik menjadi teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) yang dimodifikasi. Lumpur kering hasil pengolahan juga dimanfaatkan untuk penanaman pohon, meski masih memerlukan pengujian lebih lanjut sebelum dapat dikategorikan sebagai pupuk. 

 

Sementara itu, Dewan pakar IATPI Joni Hermana menilai bahwa pemaparan narasumber telah menggambarkan berbagai persoalan umum dalam pengelolaan IPLT. Ia menekankan bahwa selain aspek teknis, terdapat tantangan non teknis yang perlu mendapat perhatian seperti penyusunan dan revisi SOP, dukungan pembiayaan hingga keberlanjutan instalasi melalui penerapan layanan lumpur tinja terjadwal serta pemanfaatan produk olahan lumpur kering.
Ia juga menyoroti penggunaan teknologi sludge drying bed di beberapa IPLT yang perlu memperhatikan aspek operasional dan keselamatan kerja.

Share this post on: